
Inilah kisah ibu tua
yang membawa tikar anyaman
hanya untuk menyaksikan
derita lama tanah harapan
peluh meleleh basahi wajah rentamu
melihat pilunya rumah tersapu
ditelan lumpur lapindo berdebu
di sudut matamu menatap layu
menangis dikau
ditemani ribuan rakyat jelata
menderita bencana tak kunjung usai
berharap ilusi obralan pemimpin sial
ku lihat...
Tetes air mata mu
menjadi saksi bisu
tentang prahara di negeri pemimpin dungu...
21 Juni 2009
No comments:
Post a Comment