
Resah jiwa meradang...
saat perjalanan yang panjang
tak juga mau usai...
Menyibak rimba belantara
temukan jasad kerontang berpeluh darah
mengibas timbunan daun kering bercampur tanah
Seberangi samudra luas
menatap nelayan tua termangu diatas sampan
mengail hingga tak ingat waktu senja
Mendaki gunung
Jelang sapa petani tua
mengayun cangkul membelah sawah
Lalu kita...
mengapa masih resah...
bila memang MATA PENA adalah sejarah...
mari lalui dengan langkah...
Negeri Ali Jinah
Islamabad, 19 Juni 2009